SURAT – SURAT CINTA By; Isbedy Stiawan ZS

Jangan tikam aku jika lukanya tak sampai ditubuhmu.
Sudah berabad-abad kutahan perihku pada waktu yang tak pernah lagi beri canda.
Lantaran cinta aku selalau tersenyum setiap punggungku ka tujah.
Dan darahnya akan selalu kukenang sebagai persahabatan kita.

Inilah isbedy yang tak pernah menulis surat-surat dendam.
Karena cinta-Nya, apa yang bernama luka hanyalah peristiwa.
Lalu pada setiap lembar buku yang tertulis hanyalah cinta. Hanyalah cinta!

Jangan tikam aku jika darahnya tak sampai ke anyirmu.
Sudah sering kudendangkan perdamaian hingga kau pulas dengan senyum
demi senyum; inilah yang kusuratkan setiap waktu.
Meski aku tak mengerti pembantaian masih saja berlangsung. Di setiap
nurani….. . .

Inilah isbedy! Tak pernah sangar meski wajah telah berdarah sebab
senyum lelaki pertama yang terbunuh itu telah sempurna mengecat
sudut-sudut nurani.
Ya inilah isbedy yang tak henti mengirim surat-surat cinta padamu… . .


agus_ngawi 085733246907

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: